Posted by: donmckenthus | January 27, 2009

Korupsi Di Cilacap

Korupsi Lagi Korupsi lagi..

Kemarin anggota DPR, Gubernur, Bupati… Dan akhirnya merembet ke daerah asal saya Cilacap, yang tidak sengaja saya tonton dari TVONE semalam. Agak kaget juga saya..

Bagi saya yang dulu sering terlibat dalam hal pengadaan barang bisa merasakan mana proyek yang berbau korupsi mana yang tidak. Korupsi di Cilacap ini terkait kepada pengadaan komputer untuk setiap desa dan kelurahan… Konon beberapa/banyak desa baru saja mendapatkan dana (ABB kalo saya tidak salah dengar..) yang cukup besar. Namun dana ini seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan sarana dan percepatan pembangunan desa (tidak boleh dipake untuk program kabupaten). Namun bergulirnya dana ini dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten Cilacap untuk pengadaan komputer pada tiap desa dengan sedikit banyak memaksa tiap desa membeli komputer dari pemerintah kabupaten Cilacap.

Bau korupsi-nya sangat terasa karena:

  • Pengadaannya dipaksakan ke desa-desa (bahkan beberapa desa sebenarnya menolak membeli tapi ya… dipaksa)
  • Spec komputernya agak dibuat tinggi sehingga mahal (layar LCD, komplit dengan meja-nya dll..)
  • Alamat rekanannya fiktif Komputer di beli di Jakarta…
  • Perhitungan saya harganya sudah di mark-up
  • Yang terakhir ya maksa-nya itu.. hari gene gitu loh

Komputer bukan barang aneh lagi, kenapa harus beli di Jakarta. Di Purwokerto, joga juga banyak, dan kalo belinya deket berarti product support-nya lebih terjamin. Ngapain maksa, kalo butuh juga beli sendiri gampang sekali koq beli komputer.

Lagi2 PR KPK nambah lagi deh.. namun sayang di Cilacap nggak ada KPK. Kalo di usut polisi masih nggak yakin saya..


Responses

  1. mas
    jadi bupati sangat susah
    dulunya ada tim sukses makanya konon gantian saat sudah jadi bupati tim itu banyak dibantu tapi tim itu malah jahat ama pak bupati yg disukseskan, apa gitu yah????
    logikanya yang milih rakyat maka mestinya lebih mensejahterakan rakyat dari pada tim suksesnya
    seandainya dana diberdayakan untuk kesehatan pendidikan danpangan pasti manfaatnya lebih baik, walau komputer juga dibutuhkan
    coba anda ke rumah sakit mana saja…. sediiihhhh
    coba dpr bupati kerumah sakit…. gak sempat

    • Ya barangkali dengan keterbukaan informasi sekarang ini membawa manfaat kepada kebaikan.. buktinya diluar sana ada calon bupati yang jadi hanya modal 40 juta rupiah (kira2 separo modal jadi kepala desa).. Artinya mulai banyak rakyat yang milih bupati karena pengin daerahnya jadi lebih baik.

  2. mas, punya video nya gak tentang berita tersebut? terimakasih

    • Wah kebetulan saya hanya lihat di TVONE.. moga2 saya dapat info lebih di Jakarta..

  3. pancenkoh, karepe kpriwe, aku be bisa adol komputer padahal wong nang desa, apa komputer anane nang jakarta thok apa yah. Tolong………!!! KPK datanglah ke Cilacap.

  4. Apa Polwil sanggup ngatasi kiye, jajal….!!!!!!!!!!!!
    Ayo tebak-tabakan baelah

    • Ya… nek aku ndeleng KPK kerja kuwe bisa awan mbengi, ngetutna tersangka, nyamar, nyadap telpon, terus nyegat tersangka pas nang endi bae bisa… Lha nek polisi aku durung tau krungu critane.. Kudune ada KPK daerah apa ya…

  5. Tangkap saja bupati yang korupsi, hari gini………korupsi………….!

  6. mas donmckenthus,
    komputer didesa bisa dipake ga ya?
    sekarang yang sedang populer
    “Yossy Suparyo” dari patimuan, coba cari pake google

    • Di desaku (yang tegangan listrik 160-180V) komputer masih bisa bekerja…

      Ya aku juga ndukung meng Pak Yossy ya.. gelem meng pelosokdesa mengungkap masalah desa…

  7. Terimakasih atas dukungannya. Pemerintahan elektronik (e-government) sebenarnya adalah dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk penyelenggaraan pelayanan publik sehingga pelayanan bisa efektif dan efisien. Secara konsep inisiatif ini saya mendukungnya.

    Tapi konsep pemerintahan elektronik juga bukan hal yang sederhana, ada banyak pilihan platform perangkat keras dan lunaknya sehingga penyelenggaraannya perlu dikritisi. Misalnya, apakah akan menggunakan platform propertary atau open source. Bagaimana spesifikasi hardwarenya, dll.

    Menurut saya, dengan kondisi perekonomian kita yang terpuruk penerapan pemerintahan elektronik mampu menjadi salah satu solusi, yaitu penghematan anggaran belanja dan pengalokasian belanja secara cerdas. Maka saya menuliskannya di http://pelosokdesa.wordpress.com/2008/12/31/simpemdes-versus-lurahsoft/#comment-87

    Demikian sambung rasa dari saya. Saya berharap menjadi wahana gendu-gendu rasa yang menyenangkan.

    Salam

    • Mas Yossy aku ngutip tulisane sampeyan ben sing mampir ngeneh ada gambarane…

      http://pelosokdesa.wordpress.com/2008/12/31/simpemdes-versus-lurahsoft/#comment-87

      dengan uang 48 juta (sumber dananya dari ADD-alokasi dana desa), desa mendapatkan satu perangkat komputer dengan spesifikasi prosessor Pentium Dualcore, RAM 512 MB, Hardisk 80 GB, Monitor Flat 15 inchi, Chassing Lenovo, dan satu printer laser merek HP. Pemdes mendapatkan perangkat lunak SIMPEMDES sebagai aplikasi dukungan bagi kerja-kerja pemerintahan. Dalam hitungan penulis, perangkat teknologi seperti itu bisa didapat hanya dengan harga 13 juta. Maka, masih ada 35 juta yang menjadi dana siluman. Cilacap memiliki 269 desa dan 15 kelurahan, jadi ada 284 desa dan kelurahan. Maka, ada 284 x 35 juta = 9,94 Milyar yang dicurigai untuk diselewengkan. Bukti nyatanya adalah setiap kepala desa mendapatkan kucuran dana dua juta rupiah pasca tender.

  8. komputerisasi desa memang mendingan dari pada upaya cari adipura
    saat banjir di utara saya sempat ke kudus dan ke pati
    wah alun-alunnya boooo…
    penuh kaki 5, saya pikir mungkin sulit dapet adipura tapi wong cilik dapat hiburan gratis tiap sore dengan jalan-jalan di alun-alun = lebih bermanfaat
    bandingkan dengan kota lain yang alun-alun sepi
    fungsi alun-alun apa sih ?
    saat ini kesejahteraan yang meliputi kesehatan, pendidikan pangan dan papan lebih utama
    makanya saya bilang coba tengok rumah sakit, disana banyak warga perlu bantuan
    coba perhatikan sarana pendidikan karena pimpinan cilacap sekarang banyak yang menyandang gelar “master”
    awasi rekanan dan pemborong yang proyeknya bisa mencelakakan jabatan (bila si pejabat ngaku bersih nggak korupsi lho) karena mark up dan kkn dengan pejabat lain yang korupsi
    atau
    diem saja
    nikmati apa adanya yang sudah jalan…
    ….karena politik memang kotor
    dan kalau hati nurani bisa ditutupi dengan materi berlimpah, siapa yang ga kepingin???

  9. Ya sebenernya yang saya sorototi di sini hanya satu kasus saja (kebetulan saya dapet info-nya)..

    Namun pada dasarnya pemerintah daerah dan pusat membangun daerah untuk kepentingan bersama (dalam hal ini rakyat)…..

    Saya dapet informasi dari perspektif.net bahwa sejak tahun 1970an sudah ada rekomendasi dari hasil studi untuk membuat sistem transportasi dan kependudukan di Jakarta. Namun ternyata tidak semua dijalankan dan dipilih yang kira2 ada “manfaatnya” juga buat pemda. Dari situ saya berkesimpulan (mungkin saya salah) bahwa kemacetan dan banjir Jakarta itu akibat pemerintah tidak mau menyelesaikan masalahnya. Kalo mau diselesaikan harusnya sejak dulu sudah selesai..

    Jadi pemerintah itu memang harus pinter tapi bukan gelarnya saja buat gagah-gagahan…

  10. maluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    saya jadi warga cilacap,
    pejabatnya bejad kaya setan……..
    hiks hiks hiks!!!!!!!!

  11. la wong rakyate ya meneng baen…….. isane mung pada ngrundel.
    lurahe ya iya manut kemanuten.

  12. dimana pun rakyat hanya bisa diam & ngrundel, makanya diperlukan pimpinan yang pengayom bukan karena rakyat diem trus uang yang untuk kesejahteraan dikorup dan saat berkuasa malah lebih mementingkan ngurusi usahanya sendiri dengan atas nama rakyat (alasannya dibutuhkan rakyat)
    semoga bila memang korupsi bisa dipidanakan dengan cepat, karena konon duitnya banyak jadi kemungkinan untuk suap tutup kasus peluangnya besar


Leave a response

Your response:

Categories